Ekspor Indonesia

Perubahan Pola Pembayaran Ekspor Indonesia Dorong Efisiensi Transaksi Global

Perubahan Pola Pembayaran Ekspor Indonesia Dorong Efisiensi Transaksi Global
Perubahan Pola Pembayaran Ekspor Indonesia Dorong Efisiensi Transaksi Global

JAKARTA - Perdagangan internasional Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat pergeseran metode pembayaran dari Letter of Credit (LC) menuju skema non-LC.

Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, menyampaikan, pergeseran ini dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi digital. Digitalisasi mendorong efisiensi dan keamanan dalam transaksi lintas negara.

“Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital," ujar Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Eksportir dan importir kini dapat menyepakati proses penagihan secara daring. Proses ini mencakup pengunggahan dokumen pengapalan, invoice, persetujuan, hingga pemantauan jadwal pembayaran.

“Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman,” tambahnya.

Perubahan ini menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan lanskap perdagangan global yang terus berkembang. LPEI mendorong eksportir dan importir memanfaatkan teknologi digital agar transaksi berjalan lebih efektif.

Indonesia Eximbank menyediakan berbagai produk asuransi ekspor untuk mendukung pelaku usaha. Trade Credit Insurance (TCI) memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar buyer dengan indemnity hingga 90 persen.

Selain itu, Marine Cargo Insurance melindungi risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman. Produk ini memberi jaminan keamanan bagi eksportir dalam menghadapi risiko logistik.

Sebagai Export Credit Agency (ECA) Republik Indonesia, LPEI juga menawarkan Penjaminan Kredit bagi perbankan. Skema ini bertujuan memberikan solusi terintegrasi untuk memperluas kapasitas pembiayaan bagi pelaku usaha.

Dengan status sovereign, Penjaminan Kredit LPEI memberi manfaat perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar 0-20 persen. Hal ini memungkinkan bank meningkatkan kapasitas pembiayaan sekaligus mengurangi risiko kredit.

Skema penjaminan kredit juga membantu perbankan memperoleh pembebasan perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Dengan demikian, ruang ekspansi kredit bank menjadi lebih luas dan sehat.

Suharyanto menekankan bahwa digitalisasi dan penjaminan kredit akan memperkuat ekosistem ekspor nasional. Kolaborasi antara bank, eksportir, dan Indonesia Eximbank menjadi kunci meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan inovasi digital agar arus ekspor lebih cepat dan efisien. Dokumen pengapalan, invoice, hingga approval pembayaran kini dapat dilakukan tanpa kontak fisik, mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan.

Selain efisiensi, digitalisasi juga meningkatkan keamanan transaksi lintas negara. Informasi pembayaran yang tercatat secara elektronik memungkinkan transparansi dan akuntabilitas lebih tinggi.

Suharyanto menambahkan, LPEI terus mengembangkan produk yang adaptif terhadap dinamika pasar internasional. Tujuannya agar eksportir Indonesia tetap kompetitif di tengah perubahan regulasi dan teknologi global.

Dengan dukungan produk asuransi dan penjaminan kredit, pelaku usaha memiliki perlindungan lengkap. Hal ini memungkinkan mereka fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi pasar.

Perubahan metode pembayaran dari LC ke non-LC juga mencerminkan tren global yang semakin digital. Eksportir dapat memanfaatkan sistem daring untuk menyederhanakan prosedur dan mempercepat arus kas.

Selain itu, LPEI menyediakan panduan bagi bank untuk mengelola risiko kredit dengan lebih efektif. Penjaminan Kredit memberi kepastian kepada perbankan sekaligus memperluas ruang pemberian kredit yang aman.

Suharyanto menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak dalam ekosistem ekspor. Kolaborasi ini akan mendukung pertumbuhan perdagangan Indonesia yang berkelanjutan.

Dengan strategi ini, diharapkan Indonesia mampu memaksimalkan potensi ekspor melalui transaksi digital yang cepat, efisien, dan aman. LPEI memposisikan diri sebagai fasilitator utama dalam transformasi perdagangan internasional.

Ekspor Indonesia pun diharapkan lebih kompetitif di pasar global. Digitalisasi pembayaran dan dukungan produk asuransi menjadi kunci penguatan posisi nasional di era perdagangan modern.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index