JAKARTA - Gado-gado telah lama menjadi simbol kekayaan rasa kuliner Indonesia yang mampu menyatukan berbagai elemen dalam satu sajian sederhana namun berkarakter. Hidangan ini bukan sekadar campuran sayur dan saus kacang, melainkan representasi tradisi, kebiasaan makan, dan identitas lokal yang terus bertahan hingga kini.
Di tengah modernisasi Jakarta yang begitu cepat, gado-gado tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dari warung kaki lima hingga restoran legendaris, sajian ini hadir dengan gaya berbeda tanpa meninggalkan akar rasanya.
Bagi penikmat kuliner, mencari gado-gado yang pas di lidah sering kali menjadi perjalanan rasa yang menyenangkan. Setiap tempat menawarkan ciri khas, mulai dari jenis kacang, kekentalan saus, hingga paduan sayuran yang digunakan.
Untuk membantu menentukan pilihan, berikut rangkuman 12 tempat makan gado-gado terfavorit di Jakarta tahun 2026. Daftar ini memuat tempat legendaris hingga yang tetap konsisten mempertahankan kualitas rasa.
Jejak Gado-Gado Legendaris di Tengah Kota Jakarta
Gado-Gado Boplo menjadi salah satu ikon kuliner yang sudah dikenal lintas generasi sejak pertama kali berdiri pada tahun 1970 di kawasan Kebon Sirih. Keunikan utama terletak pada penggunaan kacang mede dalam bumbu kacangnya yang dipadukan air asam Jawa sehingga menghasilkan rasa segar yang khas.
Penyajian gado-gado di tempat ini menggunakan teknik siram, di mana saus kacang langsung mengguyur sayuran dan pelengkap lainnya. Suasana tempat yang bersih dan nyaman membuat Gado-Gado Boplo tetap relevan hingga sekarang dengan beberapa cabang di Jakarta.
Gado-Gado Cemara menjadi saksi panjang perjalanan kuliner Jakarta sejak tahun 1947. Racikan bumbu kacang dari campuran kacang tanah dan kacang mede menghasilkan rasa gurih yang konsisten dari masa ke masa.
Porsi yang melimpah dan lontong yang empuk menjadikan tempat ini favorit banyak pelanggan setia. Lokasinya di kawasan Tanah Abang tetap ramai dikunjungi pencinta kuliner tradisional.
Nama Gado-Gado Bon Bin lekat dengan nuansa nostalgia kawasan Cikini sejak tahun 1960-an. Bumbu kacangnya disangrai terlebih dahulu sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang lebih dalam.
Restoran ini juga menyajikan berbagai menu klasik lain yang memperkuat kesan lawas. Suasana tempatnya membawa pengunjung seolah kembali ke Jakarta tempo dulu.
Favorit Pejabat dan Ikon Kuliner Lawas
Gado-Gado Direksi di kawasan Glodok dikenal luas karena cita rasa bumbu kacangnya yang tebal dan melimpah sejak berdiri tahun 1967. Tempat ini bahkan pernah menjadi langganan tokoh nasional seperti Gus Dur dan Megawati.
Porsinya yang besar membuat gado-gado ini cocok untuk santapan makan siang. Selain gado-gado, tersedia pula menu pendamping seperti ayam goreng dan lumpia sayur.
Gado-Gado Kartika di Pondok Indah menawarkan porsi besar dengan saus kacang manis gurih yang seimbang. Tempat ini sering direkomendasikan oleh pakar kuliner ternama karena kualitas rasanya yang terjaga.
Keunikan lainnya adalah kehadiran Es Lobi-Lobi yang kini jarang ditemukan. Kombinasi menu tersebut menjadikan pengalaman makan semakin lengkap.
Gado-Gado Kertanegara Ala Sumartin memiliki ciri khas yang mudah dikenali lewat mobil tua berwarna biru. Racikan gado-gado ini dikenal menggunakan bahan berkualitas dengan rasa yang konsisten lezat.
Popularitasnya membuat tempat ini kerap dikunjungi pejabat dan selebriti. Lokasinya di Kebayoran Baru menjadi salah satu titik kuliner favorit Jakarta Selatan.
Racikan Unik dan Hidden Gem Gado-Gado Jakarta
Gado-Gado Taman Sari Raya di kawasan Kota Tua menawarkan bumbu kacang berbahan kacang mede sepenuhnya. Rasa yang dihasilkan menjadi lebih creamy dan kaya.
Pelanggan dapat menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera masing-masing. Pilihan lauk tambahan juga tersedia untuk melengkapi sajian utama.
Gado-Gado Mei Mei dikenal sebagai hidden gem di kawasan Sunter. Meski tanpa papan nama mencolok, tempat ini selalu ramai oleh pelanggan setia.
Bumbu kacangnya memiliki aroma wangi dengan sentuhan jeruk kunci yang memberikan kesegaran berbeda. Ayam goreng lengkuas di tempat ini juga menjadi menu favorit pendamping.
Gado-Gado Pak Wahyu telah berjualan sejak tahun 1981 di kawasan Menteng. Keaslian rasa dijaga dengan proses pengulekan bumbu kacang secara manual menggunakan cobek besar.
Kesederhanaan tempat tidak mengurangi kualitas rasa yang ditawarkan. Justru hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat gado-gado tradisional.
Pilihan Praktis hingga Ikon Betawi Otentik
Gado-Gado Portal Ibu Mar di Cipete Utara telah dikenal sejak tahun 1980. Tempat ini menjadi destinasi favorit bagi pencinta gado-gado di Jakarta Selatan.
Rasa yang konsisten membuatnya bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan pelanggan setia. Lokasinya yang strategis memudahkan pengunjung untuk singgah.
Gado-Gado AA di kawasan Blok M menjadi solusi cepat bagi pekerja kantoran. Pelayanan yang gesit dan pilihan tingkat kepedasan membuat tempat ini selalu ramai saat jam makan siang.
Harga yang terjangkau dengan porsi memuaskan menjadikan Gado-Gado AA sebagai pilihan praktis namun tetap lezat. Kualitas sayuran dan bumbu dijaga agar rasa tetap stabil.
Gado-Gado Ciragil Mang Nanang dikenal dengan cita rasa Betawi yang kuat dan bumbu kacang mlekoh. Tempat ini telah beroperasi sejak era 1970-an dan tetap eksis hingga kini.
Lokasinya di kawasan Ciragil menjadikannya titik kuliner populer di Kebayoran Baru. Banyak pengunjung luar kota yang sengaja datang untuk mencicipi gado-gado Betawi otentik.
Keberagaman tempat makan gado-gado di Jakarta menunjukkan betapa kuatnya posisi kuliner ini dalam budaya makan masyarakat. Setiap racikan membawa cerita dan karakter yang berbeda.