JAKARTA - Pada Rabu, 7 Januari 2025, pasar emas domestik masih menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, meskipun sudah memasuki hari ketiga di bulan Januari. Harga emas di Pegadaian kembali mencetak rekor baru dengan penguatan yang terus berlanjut, memperpanjang reli positif yang telah terjadi sejak awal tahun.
Kenaikan Harga Emas UBS dan Galeri24
Dua produk unggulan Pegadaian, yaitu emas UBS dan Galeri24, terpantau mengalami koreksi harga yang cukup signifikan pada hari ini. Emas UBS untuk ukuran satu gram, misalnya, dibanderol pada harga Rp2.648.000, naik Rp10.000 dibandingkan dengan harga kemarin yang tercatat di Rp2.638.000 per gram. Emas Galeri24 juga mencatatkan kenaikan, dengan harga satu gramnya kini berada di angka Rp2.599.000, naik sebesar Rp17.000 dari harga sebelumnya yang tercatat Rp2.582.000 per gram.
Kenaikan harga ini mengindikasikan minat investor yang masih tinggi terhadap logam mulia, meskipun harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Sebelumnya, di bulan Desember 2025, harga emas di Pegadaian sempat mencatatkan rekor baru dan menunjukkan penguatan yang konsisten.
Antam Belum Tersedia secara Reguler
Sementara itu, harga emas Antam yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk, salah satu produsen emas terkemuka di Indonesia, masih belum tersedia secara reguler pada sistem distribusi harian. Meskipun demikian, harga emas Antam yang tercatat di situs resmi Logam Mulia menunjukkan lonjakan yang signifikan. Harga satu gram emas Antam hari ini dipatok pada Rp2.584.000, naik Rp35.000 dibandingkan dengan posisi pada 6 Januari 2026 yang berada di Rp2.549.000 per gram.
Harga Emas Galeri24 dan UBS per Ukuran
Bagi para investor yang tertarik membeli emas dalam berbagai ukuran, Pegadaian menawarkan harga emas Galeri24 dan UBS dalam berbagai pilihan gramasi. Berikut adalah harga emas UBS dan Galeri24 berdasarkan ukuran per Rabu, 7 Januari 2026:
Harga Emas UBS:
0,5 gram: Rp1.431.000
1 gram: Rp2.648.000
2 gram: Rp5.255.000
5 gram: Rp12.985.000
10 gram: Rp25.833.000
25 gram: Rp64.455.000
50 gram: Rp128.645.000
100 gram: Rp257.188.000
250 gram: Rp642.781.000
500 gram: Rp1.284.052.000
Harga Emas Galeri24:
0,5 gram: Rp1.363.000
1 gram: Rp2.599.000
2 gram: Rp5.119.000
5 gram: Rp12.702.000
10 gram: Rp25.337.000
25 gram: Rp63.188.000
50 gram: Rp126.275.000
100 gram: Rp252.425.000
250 gram: Rp629.511.000
500 gram: Rp1.259.022.000
1.000 gram (1 kg): Rp2.518.044.000
Perbedaan Antara Emas UBS, Galeri24, dan Antam
Meskipun ketiganya memiliki kadar kemurnian yang sama, yaitu 99,99 persen atau 24 karat, produk emas dari Pegadaian—UBS dan Galeri24—memiliki karakteristik yang berbeda dengan emas Antam. Emas Antam, yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (BUMN), umumnya dibanderol lebih mahal karena telah mendapatkan sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA), yang diakui secara internasional.
Sementara itu, emas Galeri24 yang diproduksi oleh anak perusahaan Pegadaian memiliki sertifikasi SNI 8880:2020 dan standar ISO yang menjamin kualitas sesuai dengan standar nasional. Emas UBS, yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, memiliki sertifikasi yang berlaku nasional dan sering dipilih karena harganya yang lebih kompetitif di pasar domestik.
Harga Emas Antam Terus Naik
Tidak hanya emas dari Pegadaian, harga emas Antam juga melanjutkan tren kenaikan yang signifikan. Di situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan satu gram hari ini terpantau naik menjadi Rp2.584.000, meningkat Rp35.000 dibandingkan dengan harga kemarin. Kenaikan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat di pasar, meskipun harga sudah berada di level tinggi.
Selain itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga tercatat naik menjadi Rp2.440.000 per gram, yang berarti ada selisih harga (spread) sekitar Rp144.000 per gram antara harga jual dan harga beli kembali. Ini menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh investor yang berencana melakukan transaksi jual beli emas dalam waktu dekat.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Kenaikan harga emas ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga inflasi. Emas merupakan aset yang sering dijadikan tempat aman (safe haven) bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi. Di Indonesia, meskipun ada lonjakan harga emas, banyak orang yang masih menjadikannya sebagai instrumen investasi yang menarik dan dapat diandalkan untuk melindungi nilai aset mereka dari inflasi.
Bagi mereka yang berinvestasi dalam jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan yang relatif aman. Namun, bagi investor yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek, perlu memperhatikan perbedaan harga antara jual dan beli kembali, serta faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi harga emas.
Harga emas di Pegadaian dan Logam Mulia menunjukkan kenaikan yang konsisten di awal tahun 2026. Meskipun harga emas terus merangkak naik, para investor tetap harus bijaksana dalam memantau fluktuasi harga dan menilai faktor-faktor yang memengaruhi pasar emas. Dengan harga yang terus meningkat, emas tetap menjadi pilihan menarik, baik sebagai investasi jangka panjang maupun untuk melindungi kekayaan dari risiko inflasi.