IHSG Menguat 0,39 Persen di Awal Perdagangan 2026, Dibuka Menkeu Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 11:37:18 WIB
IHSG Menguat 0,39 Persen di Awal Perdagangan 2026, Dibuka Menkeu Purbaya

JAKARTA - Pasar modal Indonesia memulai tahun 2026 dengan optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau, menunjukkan penguatan 0,39% ke level 8.685 pada Jumat, 2 Januari 2026, menandai awal perdagangan yang positif setelah tutup tipis di akhir 2025.

Pembukaan Perdagangan Awal Tahun

Perdagangan perdana tahun ini resmi dibuka oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Turut hadir dalam seremoni pembukaan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Direktur Utama BEI Iman Rachman. 

Kehadiran para pejabat ini memberikan sinyal dukungan institusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia. Meskipun Presiden Prabowo Subianto tidak hadir, momen ini tetap menjadi simbol kebangkitan optimisme investor untuk awal tahun baru.

Kinerja IHSG di Tahun 2025

Tahun lalu, IHSG mencatatkan kinerja yang solid meski sempat menghadapi tekanan di paruh pertama tahun. Indeks berhasil mencetak rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang 2025, menandakan tren bullish yang kuat. Pada penutupan terakhir perdagangan tahun 2025, Selasa, 30 Desember 2025, IHSG naik tipis 0,031% ke level 8.646,94.

Namun, di sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih. Data BEI menunjukkan dana asing keluar sebesar Rp 937,79 miliar di seluruh pasar dan Rp 888,53 miliar di pasar reguler pada hari terakhir perdagangan 2025. Secara total, aliran dana asing sepanjang tahun tercatat keluar Rp 17,34 triliun di seluruh pasar dan Rp 42,34 triliun di pasar reguler. Meski begitu, pasar domestik tetap mampu bertahan dan mencatatkan pertumbuhan yang sehat.

Pertumbuhan Jumlah Investor dan Kapitalisasi Pasar

Penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan jumlah investor pasar modal Indonesia. Per 29 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 20,32 juta, dengan investor saham menembus 8,59 juta. Lonjakan jumlah investor ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal semakin meningkat, menandakan semakin besarnya partisipasi publik dalam investasi saham.

Kapitalisasi pasar pun tercatat sebesar Rp 16.000 triliun atau sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, likuiditas transaksi juga mencetak rekor baru, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 18,06 triliun, yang menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan saham di Tanah Air.

Aliran Dana Asing dan Implikasinya

Meskipun aliran dana asing tercatat keluar di akhir 2025, penguatan IHSG pada awal 2026 menunjukkan pasar domestik masih tangguh. Aktivitas investor lokal menjadi penyangga penting bagi stabilitas indeks. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan ini menekankan bahwa pasar modal Indonesia tetap menjadi instrumen investasi yang menarik, sekaligus menjadi cerminan ketahanan ekonomi nasional.

Sentimen Positif Awal Tahun

Penguatan IHSG di awal tahun ini menandai sentimen positif di pasar saham, yang kemungkinan didorong oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2026 dan strategi stabilisasi moneter Bank Indonesia. Keberadaan regulator dan pejabat penting saat pembukaan perdagangan memberikan keyakinan tambahan bagi investor bahwa pasar berada di bawah pengawasan yang ketat dan profesional.

Proyeksi Pasar dan Optimisme Investor

Dengan catatan kinerja tahun sebelumnya, pasar diharapkan tetap adaptif terhadap dinamika global dan domestik. Pertumbuhan jumlah investor serta kapitalisasi pasar yang signifikan menunjukkan optimisme terhadap instrumen saham Indonesia. Para analis menilai bahwa IHSG yang menguat di awal perdagangan 2026 menjadi indikator awal positif, namun investor tetap disarankan memantau sentimen eksternal, termasuk fluktuasi global dan kebijakan moneter.

IHSG memulai tahun 2026 dengan penguatan 0,39%, membuka peluang optimisme bagi investor domestik. Kehadiran Menkeu Purbaya dan pejabat terkait saat pembukaan perdagangan menegaskan dukungan pemerintah terhadap stabilitas pasar. 

Meskipun tantangan seperti aliran dana asing yang keluar masih ada, pertumbuhan jumlah investor dan kapitalisasi pasar menunjukkan daya tahan pasar modal Indonesia tetap kuat. Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi investor untuk memulai strategi investasi baru di tahun ini.

Terkini