JAKARTA - Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), telah menyelesaikan akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Transaksi ini rampung setelah seluruh persetujuan regulasi dan ketentuan penutupan terpenuhi.
Manajemen TPIA menilai penyelesaian akuisisi merupakan bagian dari strategi untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh. “Penyelesaian transaksi ini merupakan langkah lanjutan dalam strategi Chandra Asri Group untuk membangun platform infrastruktur energi yang terintegrasi dan tangguh,” tulis manajemen TPIA pada Kamis, 1 Januari 2026.
Perseroan juga berkomitmen mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang. Langkah ini diharapkan menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Strategi Ekspansi Regional dan Integrasi Energi
Sebelumnya, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menjelaskan bahwa ekspansi ke ekosistem ritel bahan bakar Singapura merupakan strategi penting. Tujuannya adalah membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional yang lebih optimal.
“Ekspansi kami ke ekosistem ritel bahan bakar Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional,” kata Erwin melalui keterangan tertulis akhir tahun lalu. TPIA menekankan strategi ini sejalan dengan fokus jangka panjang membangun infrastruktur energi terintegrasi di Asia Tenggara.
Melalui integrasi kilang minyak dan fasilitas manufaktur hilir, perseroan menargetkan peningkatan kelincahan operasional dan ketahanan energi. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing Singapura sebagai pusat energi regional.
Operasional SPBU Esso Tetap Berjalan Normal
Dalam transaksi ini, TPIA akan tetap menggunakan merek Esso dan membeli bahan bakar bermerek dari ExxonMobil. Semua program loyalitas pelanggan, termasuk poin dan kartu, akan tetap berlaku tanpa perubahan.
Seluruh staf ExxonMobil yang menangani operasional juga dialihkan ke TPIA. Hal ini memastikan kelancaran operasional dan kontinuitas layanan bagi pelanggan.
Akuisisi ini memperkuat kehadiran TPIA di sektor energi ritel. Perusahaan menekankan bahwa langkah ini bukan hanya ekspansi bisnis, tetapi juga pembangunan ekosistem energi yang lebih modern dan terintegrasi.
Kinerja Keuangan TPIA Melesat Setelah Ekspansi
Seiring akuisisi SPBU, TPIA mencatatkan kinerja keuangan yang meningkat signifikan. Total pendapatan bersih per kuartal III/2025 mencapai US$5,10 miliar, melonjak 314,3% secara tahunan dibanding US$1,23 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Segmen kilang berkontribusi sebesar US$2,31 miliar. Sebelumnya, pos pendapatan ini belum tercatat di laporan keuangan perseroan.
Segmen kimia mencatat pendapatan US$2,69 miliar, naik 132,8% dibanding US$1,16 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, segmen infrastruktur menyumbang US$98,9 juta, meningkat 33,5% dibanding US$74,1 juta tahun sebelumnya.
Hasilnya, TPIA berhasil meraup laba bersih sebesar US$1,29 miliar per kuartal III/2025. Kondisi ini berbalik tajam dari rugi bersih US$59,37 juta yang diderita perseroan pada periode sebelumnya.
Peningkatan pendapatan dan laba menegaskan efektivitas strategi ekspansi dan integrasi TPIA. Akuisisi SPBU Esso menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan keuangan perseroan.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio energi bisa meningkatkan stabilitas dan daya saing perusahaan. Dengan menggabungkan operasi ritel dan manufaktur hilir, TPIA memperkuat platform energi terintegrasi regional.
Akuisisi SPBU Esso memperluas cakupan pasar TPIA di Singapura. Hal ini selaras dengan strategi regional untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam sektor energi dan mobilitas.
Integrasi operasional antara kilang, fasilitas manufaktur, dan jaringan SPBU memberi TPIA fleksibilitas lebih tinggi dalam menghadapi fluktuasi pasar. Perusahaan juga dapat memaksimalkan efisiensi distribusi dan pasokan bahan bakar.
Strategi ini dipandang penting dalam meningkatkan ketahanan energi dan memastikan ketersediaan pasokan di pasar regional. Keberhasilan akuisisi mendemonstrasikan kemampuan TPIA mengelola ekspansi lintas negara secara efektif.
Selain itu, TPIA menjaga kontinuitas layanan bagi konsumen Esso. Hal ini termasuk pemeliharaan program loyalitas dan pengalihan staf agar pengalaman pelanggan tetap optimal.
Keberhasilan akuisisi juga berdampak positif pada reputasi perusahaan. Investor dan pemangku kepentingan melihat TPIA sebagai entitas yang mampu mengeksekusi strategi regional dengan baik.
Pertumbuhan kinerja finansial TPIA menjadi bukti nyata efektivitas strategi korporasi. Segmen kimia, kilang, dan infrastruktur menunjukkan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan perseroan.
Akuisisi ini menegaskan komitmen TPIA membangun ekosistem energi yang modern, tangguh, dan berkelanjutan. Perusahaan menekankan pentingnya integrasi operasi untuk mencapai efisiensi dan daya saing jangka panjang.
Langkah ekspansi ke Singapura menandai transformasi TPIA dari pemain domestik menjadi regional. Strategi ini juga membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan solusi mobilitas.
Dengan akuisisi ini, TPIA semakin siap menghadapi tantangan pasar energi di Asia Tenggara. Perusahaan mampu mengoptimalkan integrasi antara produksi, distribusi, dan layanan ritel.
Kesuksesan keuangan TPIA per kuartal III/2025 mencerminkan dampak positif dari strategi ekspansi. Pendapatan yang melonjak dan laba bersih yang meningkat menunjukkan kapasitas perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan.
Akuisisi SPBU Esso sekaligus memperkuat platform energi TPIA. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjawab kebutuhan energi regional dengan efisiensi dan ketahanan yang lebih baik.
Strategi integrasi dan ekspansi TPIA menjadi model bagi perusahaan lain di sektor energi. Perusahaan menunjukkan bahwa sinergi antara kilang, manufaktur, dan ritel bisa meningkatkan nilai jangka panjang.
Dengan platform energi terintegrasi ini, TPIA menegaskan posisinya sebagai pemain kunci di pasar regional. Langkah ini memperkuat daya saing Singapura sebagai pusat energi Asia Tenggara.