10 Mobil Terlaris Sepanjang 2025, Dominasi Toyota dan Kejutan Merek China Pasar

Senin, 12 Januari 2026 | 10:12:42 WIB
10 Mobil Terlaris Sepanjang 2025, Dominasi Toyota dan Kejutan Merek China Pasar

JAKARTA - Menutup perjalanan industri otomotif nasional, tahun 2025 menghadirkan gambaran yang menarik tentang peta persaingan mobil di Indonesia. Bukan hanya soal siapa yang paling banyak menjual unit, tetapi juga bagaimana dinamika pasar bergerak sepanjang tahun hingga mencapai klimaks di penghujung Desember.

Dari total kinerja yang tercatat, terlihat jelas bahwa merek-merek mapan masih memegang kendali, namun di saat yang sama pemain baru—khususnya dari China—mulai menunjukkan taringnya.

Secara keseluruhan, penjualan mobil secara wholesales sepanjang 2025 mencapai 803.687 unit. Angka ini tumbuh 2,3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut bukan terjadi secara merata setiap bulan, melainkan sangat terasa pada akhir tahun. 

Desember 2025 menjadi periode yang paling menonjol, dengan penjualan melonjak hingga 94.100 unit. Jika dibandingkan dengan Desember 2024, lonjakan ini setara dengan pertumbuhan 25,7%, sebuah sinyal bahwa minat beli konsumen menguat tajam menjelang tutup tahun.

Tak hanya dari sisi distribusi ke diler, performa penjualan ritel juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, penjualan mobil secara ritel menembus 833.692 unit atau meningkat 3,2% dibandingkan tahun 2024. Artinya, bukan sekadar stok yang bergerak, tetapi kendaraan benar-benar terserap oleh konsumen akhir. Kombinasi antara strategi penjualan, momentum akhir tahun, dan daya beli masyarakat berkontribusi besar terhadap hasil ini.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menilai lonjakan penjualan di penghujung tahun tidak terlepas dari agresivitas promosi yang dilakukan oleh para agen pemegang merek. Menurutnya, Desember menjadi bulan “panen” setelah strategi pemasaran digencarkan.

"Semua [penjualan] ngebut di Desember, mungkin promosi habis-habisan. Diskon besar," kata Jongkie saat dihubungi, Jumat (9/1/2025).

Pernyataan tersebut sejalan dengan realitas di lapangan, di mana berbagai merek menawarkan potongan harga, bonus, hingga skema pembiayaan menarik untuk menghabiskan stok sekaligus mengejar target tahunan. Situasi ini memberi keuntungan ganda: konsumen mendapatkan harga kompetitif, sementara produsen dan diler mampu mengerek angka penjualan secara signifikan.

Di tengah dinamika tersebut, Toyota kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar. Sepanjang 2025, pabrikan asal Jepang ini membukukan penjualan tertinggi dengan total 250.431 unit. Capaian tersebut setara dengan pangsa pasar 31,2%, sebuah angka yang menegaskan dominasi Toyota di industri otomotif nasional. Portofolio produk yang luas, mulai dari segmen entry level hingga kendaraan keluarga dan komersial ringan, menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka.

Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan penjualan 130.677 unit. Merek ini tetap konsisten menyasar segmen mobil terjangkau yang banyak diminati masyarakat, terutama di luar kota-kota besar. Kolaborasi strategi dengan Toyota juga turut menjaga stabilitas penjualan Daihatsu sepanjang tahun.

Persaingan kemudian berlanjut ke posisi berikutnya. Mitsubishi Motors berada di peringkat ketiga dengan total penjualan 71.781 unit, disusul Suzuki yang mencatatkan 66.345 unit. Honda menempati posisi kelima dengan penjualan 56.500 unit, menunjukkan performa yang relatif stabil meski persaingan di segmen penumpang semakin ketat.

Salah satu sorotan utama tahun 2025 datang dari pabrikan mobil China. Build Your Dreams (BYD) berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 46.711 unit sepanjang tahun, sebuah pencapaian yang mengantarkannya ke posisi keenam daftar mobil terlaris. Kehadiran BYD menandai semakin diterimanya merek China di pasar Indonesia, terutama dengan fokus pada teknologi dan kendaraan listrik.

BYD tidak sendirian membawa nama China ke jajaran 10 besar. Chery juga mencatatkan kinerja yang patut diperhitungkan dengan penjualan 19.391 unit, menempatkannya di posisi kesembilan. Ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia mulai lebih terbuka terhadap alternatif merek non-Jepang, selama produk yang ditawarkan mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen.

Di segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso dan Isuzu masih menunjukkan kekuatannya. Mitsubishi Fuso berada di posisi ketujuh dengan penjualan 25.235 unit, sementara Isuzu tepat di bawahnya dengan 25.121 unit. Keduanya menjadi tulang punggung sektor logistik dan distribusi yang tetap aktif sepanjang 2025. Hyundai melengkapi daftar 10 besar dengan penjualan 19.007 unit, menempati posisi kesepuluh.

Berikut daftar lengkap 10 mobil terlaris sepanjang 2025:

Toyota: 250.431 unit

Daihatsu: 130.677 unit

Mitsubishi Motors: 71.781 unit

Suzuki: 66.345 unit

Honda: 56.500 unit

BYD: 46.711 unit

Mitsubishi Fuso: 25.235 unit

Isuzu: 25.121 unit

Chery: 19.391 unit

Hyundai: 19.007 unit

Melihat hasil ini, tahun 2025 bukan hanya soal mempertahankan dominasi, tetapi juga tentang perubahan lanskap pasar. Toyota dan merek Jepang lainnya masih kokoh di puncak, namun kehadiran produsen China memberi warna baru dalam persaingan otomotif nasional. Jika tren ini berlanjut, peta penjualan mobil Indonesia di tahun-tahun mendatang berpotensi semakin dinamis dan kompetitif.

Terkini