Bank Indonesia Laporkan Posisi Cadangan Devisa Capai Rekor Baru

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:53:36 WIB
Bank Indonesia Laporkan Posisi Cadangan Devisa Capai Rekor Baru

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 meningkat signifikan, mencapai angka 156,5 miliar dolar AS. 

Kenaikan ini merupakan tambahan sebesar 6,4 miliar dolar AS dibandingkan posisi pada November 2025 yang sebesar 150,1 miliar dolar AS. 

Peningkatan cadangan devisa ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Sumber Utama Peningkatan Cadangan Devisa

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan posisi cadangan devisa Indonesia terutama didorong oleh tiga faktor utama. Pertama, peningkatan penerimaan pajak dan jasa yang menjadi sumber pendapatan negara yang krusial. 

Kedua, penerbitan sukuk global oleh pemerintah Indonesia yang mendapat sambutan baik dari pasar internasional. Ketiga, adanya penarikan pinjaman pemerintah yang turut memperkuat posisi devisa nasional.

“Kenaikan cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah,” ungkap Ramdan.

Posisi Cadangan Devisa dan Implikasinya

Dengan cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, Indonesia memiliki kemampuan untuk membiayai sekitar 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang menetapkan sekitar 3 bulan impor sebagai batas minimum.

Ramdan menegaskan, cadangan devisa dalam jumlah besar ini bukan hanya menjadi penyangga ekonomi nasional, tetapi juga memberikan fondasi yang kuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan Indonesia secara keseluruhan.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya.

Ketahanan Eksternal Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, posisi cadangan devisa yang besar menjadi sangat penting. 

Hal ini karena cadangan devisa berperan sebagai bantalan atau buffer yang dapat membantu negara menghadapi berbagai guncangan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar, gejolak pasar keuangan internasional, hingga ketidakpastian harga komoditas global.

Lebih lanjut, cadangan devisa yang kuat juga mendukung kepercayaan investor asing dan domestik terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Kepercayaan ini sangat vital dalam mendorong masuknya investasi asing yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Aliran Modal Asing dan Prospek Ke Depan

Bank Indonesia optimistis bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga dengan baik di tahun 2026. Hal ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta prakiraan aliran masuk modal asing yang masih akan berlanjut.

Menurut Ramdan, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong arus modal asing. Selain itu, imbal hasil investasi yang kompetitif di Indonesia juga menjadi magnet bagi investor global.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ramdan.

Sinergi Strategis antara Bank Indonesia dan Pemerintah

Kerja sama antara Bank Indonesia dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia. Melalui sinergi ini, berbagai kebijakan strategis di bidang fiskal dan moneter dapat dirancang dan dijalankan secara terpadu.

Sinergi tersebut meliputi pengelolaan cadangan devisa yang optimal, pengendalian inflasi, serta kebijakan nilai tukar rupiah agar tetap stabil dan kompetitif di pasar internasional. Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat lebih cepat merespons dinamika ekonomi global dan domestik.

Tantangan Ekonomi Global dan Peran Cadangan Devisa

Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari kebijakan moneter ketat negara maju, ketidakpastian geopolitik, hingga perubahan harga komoditas yang volatil. 

Dalam situasi seperti ini, cadangan devisa yang cukup besar memberikan ruang manuver bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengambil langkah-langkah strategis.

Misalnya, apabila terjadi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, cadangan devisa dapat digunakan untuk stabilisasi pasar agar tidak terjadi depresiasi yang berlebihan yang dapat memicu inflasi dan mengganggu daya beli masyarakat.

Peran Cadangan Devisa dalam Menjaga Stabilitas Makroekonomi

Stabilitas makroekonomi menjadi prioritas utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Cadangan devisa yang kuat berkontribusi signifikan dalam menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil, yang pada gilirannya menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, posisi cadangan devisa yang memadai memperkuat sistem keuangan nasional, memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, dan mendukung kelancaran sistem pembayaran dalam negeri maupun lintas negara.

Menatap Masa Depan Ekonomi Indonesia

Dengan posisi cadangan devisa yang kokoh dan aliran modal asing yang positif, Bank Indonesia dan pemerintah optimistis Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mungkin muncul di masa depan.

Fokus utama saat ini adalah menjaga sinergi dan koordinasi kebijakan agar stabilitas ekonomi dapat terus terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

Ramdan menekankan, “Bank Indonesia berkomitmen memperkuat ketahanan eksternal sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.”

Peningkatan cadangan devisa Indonesia pada akhir 2025 menjadi tonggak penting yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional. Sumber penerimaan pajak dan jasa yang meningkat, penerbitan sukuk global, serta penarikan pinjaman pemerintah menjadi faktor kunci di balik pencapaian ini.

Dengan posisi cadangan devisa yang kini mencapai 156,5 miliar dolar AS, Indonesia mampu membiayai lebih dari enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, melampaui standar internasional. 

Hal ini menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global dan memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat sinergi dan koordinasi untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan ketahanan eksternal, mendukung Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang tangguh dan resilient di tengah dinamika dunia.

Terkini